...Sugeng Rawuh...Selamat Datang...

terserah orang mo pikir apa. yang penting gw gak melanggar norma agama. terserah orang mo bilang apa.yang penting gw gak melanggar hukum negara

Sorry kalo tulisan gw gak pake EYD. Gw bukan penulis apalagi penyair. jadi jangan harap untuk menemukan tulisan yang bagus disini. gw gak mo menyerang siapapun disini. gw hanya mo nulis gak perduli lu suka apa nggak. sekali lagi Sorry...Maaf...Nyuwon ngapunten...

Selasa, 11 Oktober 2016

Lahirnya Batara Guru

Perasaan Sanghyang Tunggal, penguasa khayangan, lagi bt pagi ini. Beliau mendapati istri kandungnya, Dewi Rekatawati, ngelahirin keturunan dari hasil jerih payah ber'ihik' dengan beliau. Alih-alih ngelahirin seorang yang rupawan, namun Dewi Rekatawati malah ngelahirin sebutir telur.


Dengan jengkel, Sanghyang Tunggal ngebanting telur tersebut. Yah namanya juga Dewa, telur yang beliau banting berubah menjadi 3 anak yang tampan rupawan. Sanghyang Tunggal memberi masing-masing mereka dengan nama, Bhatara Antaga yang berasal dari kulit telur, Bhatara Ismaya yang berasal dari putih telur dan yang berasal dari kuning telur diberi nama Bhatara Manikmaya.

Singkat carito, Sanghyang Tunggal sudah merasa tua (Dewo koq tuwek) dan sudah letih mengatur roda pemerintahan di Khayangan dan ingin mengangkat salah satu dari putranya menjadi Raja menggantikan dirinya. Antaga dan Ismaya saling gontok-gontok'an ngerebutin singgahsana Khayangan, karena merasa lebih pantas. Sedangkan Manikmaya hanya pasrah saja, mengingat dia merasa paling muda karena tercipta dari kuning telur.
Berhari-hari Antaga dan Ismaya bertarung mengadu kesaktian, namun tak ada tanda-tanda siapa mengungguli siapa. Akhirnya mereka letih sendiri dan sepakat mengadakan sayembara. Barangnya siapa yang bisa menelan Gunung, maka dialah yang berhak menduduki Tahta Khayangan.
Bhatara Antaga berusaha menelan gunung tersebut dengan cara melahapnya. Namun, mulutnya ternyata tidak muat untuk melahap, maka mulut Antaga sobek melebar hingga ndower. Melihat saudaranya gagal menelan gunung dengan cara melahap, maka Bhatara Ismaya pun mencoba menelan gunung tersebut dengan cara disedot. Dan ternyata cara tersebut berhasil. Namun sayang, gunung tersebut ndak isa dikeluarin lagi oleh Ismaya.
Sanghyang Tunggal marah besar melihat kelakuan kedua anaknya tersebut. Mereka pun dihukum menjadi pengasuh keturunan Manikmaya, yang kemudian diangkat sebagai raja kahyangan, bergelar Bhatara Guru. Antaga dan Ismaya pun turun ke dunia.

Antaga kemudian mengasuh Kesatria "kiri" keturunan Manikmaya dengan memakai nama TOGOG. Sedangkan Ismaya mengasuh Kesatria "kanan" keturunan Manikmaya dengan makai nama SEMAR.

#KiBayuLebond
#WayangLebond
#NguriKabudayanTanpaKlenik

Tidak ada komentar: